Gogo Update
Kenali Depresi si Gangguan Kesehatan Mental Yang Berbahaya!

Kenali Depresi si Gangguan Kesehatan Mental Yang Berbahaya!

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang mempengaruhi pola fikir, perasaan, suasana hati (mood), dan cara menghadapi aktifitas sehari-hari. Depresi membuat seseorang merasakan sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya semangat untuk beraktifitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulu dapat menghibur, dan selalu berusaha untuk menyalahkan diri sendiri. Perasaan seperti ini akan berlangsung sampai dengan dua minggu, bahkan lebih.

Banyak orang menganggap bahwa depresi adalah hal sepele dan bisa hilang dengan sendirinya. Padahal, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekedar perubahan emosi sementara. Depresi bukan suatu kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung. Depresi bisa membuat seseorang merasa hidup tidak ada gunanya, bahkan memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.

Menurut catatan WHO, sekiranya ada 350 juta orang diseluruh dunia yang mengalami depresi dan lebi dari itu ada 800 ribu orang meninggal bunuh diri akibat depresi. Ini karena banyak penderita tidak mengakui kondisi mereka sehingga tidak pernah dibicarakan atau ditangani. Depresi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Di Indonesia, penyebab kematian akibat depresi menduduki peringkat ke-delapan dengan menyumbang 3 persen dari total angka kematian akibat depresi.

Depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti gangguan depresi persisten, depresi perinatal, gangguan bipolar, depresi mayor, gangguan afektif musiman, dan depresi psikotik.

Gejala depresi berbeda-beda pada setiap orang. Ini adalah gejala psikologis yang muncul akibat depresi: kehilangan selera untuk menikmati hobi, merasa sedih berkepanjangan, mudah merasa cemas, merasa hidup tidak ada harapan, mudah menangis, merasa sangat bersalah, berfikir atau mencoba bunuh diri. Sedangkan gejala psikis yang muncul akibat depresi: badan selalu lelah, gangguan pada pola tidur, merasakan berbagi rasa sakit, tidak berselera untuk berhubungan seksual, berat badan berubah, dan gangguan pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.

Tidak ada satu pun penyebab depresi yang spesifik. Depresi selalu terpicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Contoh sederhana yakni, setelah mengalami kejadian tragis, masalah keungan, terisolasi secara sosial, trauma masa kecil, dan ketergantungan terhadap narkoba atau alkohol. Disamping itu, kondisi medis yang sudah berlangsung lama dan mengancam hidup juga bisa memicu depresi.

Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat bergantung kepada jenis, penyebab, dan orang tersebut. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang menggunakan resep dokter dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri seperti berolahraga atau bergabung dengan kelompok-kelompok yang memiliki aura positif.

Penyakit depresi yang sudah parah dan tidak ditangani dapat menyebabkan penderita kehilangan motivasi untuk hidup dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Usahakan untuk membicarakan masalah apapun dengan orang-orang terdekat. Kenali gejala-gejala depresi karena semakin cepat penanganan dan pengobatan yang dilakukan, maka peluan kesembuhan secara menyeluruh menjadi lebih tinggi.