Gogo Update
Nariyana, Albino Girl, Dari Siberia Yang Jadi Rebutan Fotographer Dunia!

Nariyana, Albino Girl, Dari Siberia Yang Jadi Rebutan Fotographer Dunia!

Dijuluki dengan ‘Snow White’ dari Siberia, Gadis kecil ini menjadi rebutan para fotographer dunia. Dengan memiliki rambut pucat yang menakjubkan dan kulit putih yang cantik membuatnya semakin menyihir seluruh kalangan netizen dunia. Gadis kecil ini memiliki kekurangan, tapi bagi para netizen yang melihatnya sebagai manusia unik dan menarik.

Gadis kecil itu adalah Nariyana. Seorang gadis dengan kondisi albino yang masih berusia 8 tahun. Meski tampil berbeda dari anak-anak, Nariyana tetap terlihat cantik, mengesankan, dan mempesona. Uniknya dari seluruh keluarga hanya Nariyana yang satu-satunya berambut pirang dan albino pertama dari kedua sisi keluarga.

‘Dia adalah orang yang paling tidak biasa yang pernah saya temui,’ kata fotographer Vadim Rufov yang dikutin dari laman boredpanda.com. Nariyana benar-benar gadis manis yang suka menari dan menggambar di waktu luangnya. Nariyana juga selalu ceria dalam kesehariannya.

Lewat jepretan Vadim Rufov, kalian akan melihat keunikan yang dimiliki oleh Nariyana. Inilah foto-fotonya yang menjadikan Nariyana terkenal di kalangan para netizen dunia:


width=

width=

width=

width=

width=

width=

Pengertian Albino

Albino atau Albinisme adalah suatu kelainan yang terjaid sejak lahir yang dimana penderitanya mengalami kekuranga melanin atau sama sekali tidak memiliki pigmen tersebut. Kondisi ini menjadikan rambut, kulit, dan mata penderita terlihat berwarna sangat putih hingga cenderung putih.

Albino bisa diderita oleh kelompok etnis mana pun di dunia. Meskipun Albino tidak bisa disembuhkan seumur hidup, tapi kondisi ini tidak mencegah penderitanya untuk bisa menjalani kehidupan secara normal.

 

Gejala Albino

Warna kulit dan rambut penderita Albino berbeda-beda, tergantung dari tingkat melanin yang dihasilkan oleh tubuh. Meskipun penderita Albino yang umum dijumpai memiliki karakteristik kulit pucat dengan rambut pirang, bahkan ada juga yang memiliki rambut cokelat.

Akibat kekurangan pigmen melanin, kulit penderita Albino mudah sekali terbakar jika terpapar sinar matahari secara langsung. Bagi penderita Albino, paparan sinar matahari ini tidak boleh disepelekan karena akan mengarah pada komplikasi yang lebih serius, yakni kanker kulit.

Sedangkan pada mata, kekurangan pigmen melamin tidak hanya dapat mengubah warna iris, tapi juga menyebabkan pandangan menjadi terganggu serta sensitif terhadap cahaya. Beberapa contoh kondisi mata yang timbul akibat Albino adalah rabun dekat, rabun jauh, mata silindris, juling, dan nistagmus (gerakan ritmik tanpa kontrol) dari sisi ke sisi.

Gangguan penglihatan ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan bayi dalam mempelajari gerakan, misalnya merangkak atau mengambil suatu objek. Seringkali anak-anak penderita Albino terlihat kikuk akibat gangguan pada penglihatannya.

 

Penyebab Albino

Albino disebabkan oleh adanya perubahan atau mutasi pada salah satu gen yang bertugas membantu produksi melanin oleh sel-sel melanocytes yang terdapat di dalam mata dan kulit. Akibat perubahan gen ini, produksi melanin menjadi terganggu (berkurang drastis atau tidak ada sama sekali)

Ada dua jenis Albino yang utama, yakni Albino Okular dan Okulokutaneus.

Albino Okular merupakan jenis yang jarang ditemukan. Kondisi ini lebih berdampak pada penglihatan penderitanya ketimbang perubahan warna kulit, rambut, ataupun mata. Artinya, penderita hanya mengalami gangguan penglihatan mata saja. Namun secara penampilan, warna kulit, rambut, dan mata penderita seperti orang-orang normal meski ada sebagian kecil yang terlihat lebih pucat. Albino Okular disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom-X dan hampir sebagian besar penderitanya adalah laki-laki.

 

Sedangkan Albino Okulokutaneus merupakan jenis Albino yang paling umum. Kondisi ini berdampak pada rambut, kulit, dan mata, serta sering disebut juga sebagai Albino komplit. Berdasarkan ciri-ciri fisik penderitanya, Albino Okulokutaneus terbagi menjadi empat tipe:

Tipe 1: Sejak lahir. Penderita Albino Okulokutaneus tipe ini akan memiliki ciri-ciri rambut dan kulit berwarna putih serta mata berwarna biru.

Tipe 2: Saat lahir. Kulit penderita Albino Okulokutaneus tipe ini akan terlihat berwarna putih dengan mata berwarna kecokelatan atau abu-abu kebiruan. Rambut mereka berwarna kuning, cokelat kemerahan, atau merah. Seiring perkembangan usia, paparan sinar matahari dapat menimbullkan bintik-bintik, bercak berwarna cokelat, atau bahkan tahi lalat pada kulit penderita. Albino Okulokutaneus sebagian  besar ditemukan pada orang-orang Amerika asli, Afrika-Amerika, dan orang-orang Afrika wilayan sub-Sahara.

Tipe 3: Penderita Albino Okulokutaneus umumnya memiliki ciri-ciri rambut dan kult berwarna kemerahan serta mata berwarna cokelat. Kondisi ini paling banyak ditemukan pada orang-orang Afrikan Selatan.

Tipe 4: Kondisi ini paling banyak diidap oleh orang-orang keturunan Asia Timur dan ciri-cirinya mirip dengan Albino Okulokutaneus tipe 2.

Ada juga penyakit gangguan genetik lainnya yang dapat menyebabkan munculnya gejala mirip Albino. Penyakit tersebut adalah sindrom Chediak-Higashi dan sindrom Hemansky Pudlak. Selain menyebabkan gejala mirip Albino, sindrom Chediak-Higashi juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terkena infeksi. Sedangkan sindrom Hermansky Pudlak dapat menyebabkan gangguan pendarahan.

 

Diagnosis Albino

Albino bisa di diagnosis langsung oleh dokter sejak penderita lahir melalui ciri-ciri fisik mereka sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan pada kategori gejalan dan jenis Albino.

Untuk mengetahui adanya masalah pada penglihatan, dokter spesialis mata bisa melakukan beberapa pemeriksaan. Misalnya pemeriksaan dengan menggunakan alat khusus yang disebut slit lamp. pengecekan pupil, pemeriksaan bentuk lengkungan kornea untuk mendiagnosis silinder, pemeriksaan arah penglihatan mata untuk mendiagnosis juling, dan pemeriksaan gerakan mata untuk mendiagnosis nistagmus.

 

Pengobatan Albino

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan Albino, tapi pengobatan dan perawatan ditujukan untuk memaksimalkan penglihatan penderita serta melindungi kulit penderita.

Sebagian besar bayi penderita Albino akan mengalami gangguan penglihatan parah selama beberapa bulan pascalahir. Setelah itu, penglihatan akan berkembang secara signifikan meskipun tidak akan pernah mencapai level penglihatan normal. Oleh sebab itu, penderita Albino biasanya seumur hidup akan memakai kacamata atau lensa kontak yang diresepkan oleh dokter speasialis mata sesuai dengan kondisi terkait.

Jika Anda menderita Albino dan mengalami Fotofobia (penglihatan sensitif terhadap sinar matahari), dokter bisa menyarankan pemakaian kacamata yang mampu menangkal ultraviolet atau kacamata berlengsa gelap.

Penanganan Albino melalui jalur operasi biasanya jarang dilakukan. Namun untuk beberapa kondisi, operasi perbaikan otot-otot mata bisa direkomendasikan agar kondisi-kondisi tersebut tidak terlihat secara jelas dari luar.

Selain pemeriksaan mata yang harus dilakukan rutin setiap tahun, pemeriksaan kulit juga tidak kalah penting bagi penderita Albino agar dokter mengetahui seberapa besar risiko penderita terkena kanker kulit serta memberikan saran-saran pencegahannya.

Jika Anda penderita Albino sebisa mungkin jangan lakukan aktivitas diluar rumah ketika cuaca sedang panas terik. Jika terpaksa keluar selalu gunakan krim tabir surya serta pakaian yang bisa melindungi diri dari paparan sinar matahari secara langsung.