Gogo Update
Agar Tak Salah Pengertian, Beri Pendidikan Seksual Anak Sejak Dini.

Agar Tak Salah Pengertian, Beri Pendidikan Seksual Anak Sejak Dini.

Memberi pendidikan seksual pada anak sejak dini memang disarankan karena bila tidak, anak akan mencari tahu sendiri dari sumber lain yang belum tepat. Dengan memberi edukasi seksual yang tepat, peran orang tua bisa membantu pemahaman anak dan mencegah pengaruh lingkungan serta media informasi yang semakin mudah diakses oleh anak.

Pembahasan tentang seksi bukan hanya seputar hubungan seksual antara pria dan awanita, tapi juga memperluas pemahaman dan menjadi dasar untuk mengambil keputusan seputar seksualitas di masa yang akan datang.

Untuk Apa Mendidik Anak Mengenai Seksualitas?

Berikut adalah alasan-asalan untuk mempertimbangkan tentang perlunya peran orangtua memperkenalkan anak tentang seksualitas:

Menangkal efek buruk media dan lingkungan

Saat ini, anak-anak dimudahkan untuk mengakses internet dan TV. Hubungan pertemanan pun lebih luas dan beragam. Membahas seks dapat melindungi anak dari efek negatif TV atau media informasi lainnya. Berikan juga pemahaman mengenai dunia pergaulan agar tidak terjerumus kepada hubungan seks bebas atau tindakan kriminal.

Membangun kepercayaan antara orangtua dan anak

Membahas seks secara terbuka dengan anak justru memberi kesempatan untuk orang tua memberikan informasi yang sesuai dan akurat. Dengan begitu, anak tidak akan mencari-cari sumber sendiri yang belum tentu aman dan tepat. Selain itu anak akan lebih percaya dan terbuka karena ia tahu bahwa orangtua dapat diajak bicara tentang hal paling pribadi sekalipun.

Mendukung perkembangan dan pemahaman anak

Mendiskusikan tentang seks membuat anak menyadari bahwa ia harus melindungi dan menghargai tubuhnya sendiri.

1# Jika dilakukan dengan cara yang tepat, membahas tentang seks justru akan membuat anak menganganggapnya sebagai hal yang penting. Anak akan menyadari bahwa tidak ada yang boleh memaksanya melakukan atau menerima perlakuan buruk pada tubuhnya.

2# Pemahaman yang tepat bisa membuat anak belajar untuk memilih, bersikap, dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

3# Penelitian membuktikan bahwa anak dari orangtua yang mendiskusikan seks secara terbuka lebih cenderung memilih menunggu waktu dan pasangan yang tepat untuk berhubungan seksual.

4# Pembelajaran anatomi tubuh pada mata pelajaran biologi di sekolah akan menjadi lebih lengkap dengan adanya peran orangtua yang memberikan pemahaman tentang aspek moral dari hubungan seksual antara pria dan wanita.

5# Seks adalah hal yang manusiasi. Di dalamnya terkandung banyak aspek mulai dari budaya, agama, moral, hingga konsep manusia tentang kebahagiaan. Membicarakannya dengan baik-baik akan membuat anak pada nantinya mampu melihat dunia dan diri sendiri secara beradab dan lebih bijak menentukan pilihan-pilihan yang tepat.

Kapan Waktu Yang Tepat?

Pada usia 3-4 tahun, saat anak mulai memperhatikan sekitar, ia akan mulai belajar untuk mengenali tubuhnya sendiri dan membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Pada saat itulah sangat mungkin bagi anak untuk bertanya tentang perbedaan tubuh pria dan wanita. Kenapa rambut anak laki-laki pendek sedangkan rambut anak perempuan panjang? Kenapa anak laki-laki memiliki penis sedangkan temannya yang perempuan tidak?

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini adalah kesempatan bagi orangtau untuk memberikan dasar pemahaman mengenai seksualitas. Sama halnya seperti mendidik anak dalam hal lain-lain, pendidikan seksual dari orangtua sepantasnya senantiasa dilakukan secara bertahap selama anak masih berada dibawah asuhan orangtua.

Bagaimana Cara Membahas Seks Kepada Anak?

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi panduan orangtua untuk berdiskusi perihal seks pada anak:

Pada usia sekolah

1# Pada usia ini, anak mungkin akan mengalami ketertarikan pada lawan jenis dan membandingkan tubuhnya dengan teman-temannya. Bersikaplah empati pada ceritanya dan jangan pernah menertawai atau membuatnya malu. Orang tua juga dapat menceritakan pengalaman sendiri diusia yang sama.

2# Orangtua dapat berinisiatif membuka obrolan saat melakukan aktivitas bersama seperti menonton TV, jalan-jalan, atau makan bersama.

3# Manfaatkan berita yang sedang hangat. Berita tentang pelecehan seksual atau kekerasan seksual. Orangtua dapat menjelaskan tentang cara menyelamatkan diri jika ada orang asing yang ingin menyentuh tubuhnya secara tidak sopan atau hal-hal yang tidak baik dilakukan terhadap teman dengan jenis kelamin berbeda.

4# Hindari menghakimi dan melarang dengan menggunakan kalimat negatif.

5# Biarkan anak menyatakan pendapatnya sebelum orangtua memberi saran. Kemukakan juga alasan serta risiko yang akan dihadapi jika tidak mengikuti saran.

6# Jika orangtua menghindar atau mengalihkan perhatian saat anak bertanya, ia akan enggan mengulangi pertanyaan serupa dan memilih mencari jawaban dari pihak lain yang belum tentu bertanggung jawab.

7# Jelaskan sikap dan pendapat orangtua secara tegas terhadap pilihan atau tindakan seksual yang menurut orangtua tidak tepat untuk dilakukan.

8# Berilah teladan agar anak melihat orangtua sebagai contoh pasangan yang saling menyayangi dan menghargai. Tidak masalah bila beragumen, tapi tunjukan bahwa orangtua dapat kembali berbaikan dan beraktifitas bersama.

Hal yang tidak kalah penting adalah saat mengutarakan risiko hubungan seksual diluar hubungan yang berkomitmen. Orangtua sebaiknya memaparkan sisi positif dan seks yang dilakuan berdasarkan perasaan cinta kasih.

Pada usia balita

1# Pada usia balita, anak mulai mempelajari nama-nama organ tubuhnya. Hindari mengganti nama organ intim tubuhnya dengan nama-nama selain penis, payudara, vagina.

2# Orangtua dapat memanfaatkan kejadian sehari-hari atau tayangan TV untuk mengangkat topik. Misalnya, jika ada anggota keluarga yang sedang hamil, ajakk anak untuk mengusap perut si ibu hamil dan beritahu bahwa ada adik bayi yang sedang tidur di dalamnya.

3# Beritahu anak bahwa tidak ada yang boleh menyentuh bagian isi tubuh intimnya kecuali orangtua atau dirinya sendiri.

4# Berikan penjelasan sesuai usia dan pertanyaan anak. Pada balita, cukup berikan jawaban singkat sesusai dengan yang ditanyakan.

Penjelasan akan lebih menarik dan lebih jelas jika dibantu dengan gambar anatomi tubuh manusia yang banyak tersedia di internet. Disesuaikan dengan usia anak, yah, Ibu. Mungkin juga bisa ditambahkan untuk menjelaskan risiko jika anak atau remaja melakukan hubungan seksual sebelum waktunya dan tanpa pengaman.